Pada tahun 2015,
pada saat itu saya duduk di kelas 11 sekolah menengah atas. Kami satu angkatan
berkesempatan untuk mengunjungi beberapa destinasi wisata yang ada di Pulau
Bali. Pulau Bali atau yang akrab disebut juga Pulau Dewata merupakan pulau
kecil yang terletak di timur Pulau Jawa dan di Barat dari Lombok. Pulau ini
memiliki berbagai asset penting di dunia pariwisata, seperti objek yang indah
dengan pantai, daratan, pegunungan, dan danaunya. Begitu juga dengan hasil
kreasi seni, budaya, kehidupan tradisional menjadikan Bali lebih terkenal,
bahkan dikalangan turis asing nama Bali lebih dikenal daripada negara
Indonesia. Sehingga dipulau bali ini di gadang-gadang adalah salah satu surga
dunia dengan keindahan dan juga keunikannya. Waoww sebagai warga negara
Indonesia, sangat membanggakan bukan.
Saat sebelum hari
keberangkatan, kami dikumpulkan terlebih dahulu untuk diberikan pembekalan dan pengarahan
guna menghindari miskomunikasi antar semua murid maupun guru pendamping dalam
acara study tour. Dalam kegiatan pembekalan ini kami per individu mendapatkan
buku acara kegiatan (rundown), disini kami diharuskan untuk memahami dan
mengetahui jadwal kegiatan. Selain itu, pada kegiatan ini ada pembagian
kelompok bus yang akan ditumpangi beserta kamar penginapan. Total ada 4 bus
besar dan 1 ukuran bus mengah. Didalam pembagian kamar, saya satu kelompok
dengan 3 orang yakni Mafatikhul Ulum, Osa Mahendra, Mulya Falah, yang notabene
2 diantar mereka adalah teman kelas yang sudah saling mengenal satu sama lain,
sehingga kami tidak kesulitan untuk saling komunikasi.
Berbagai persiapan
sudah saya lakukan mulai dari uang untuk konsumsi, membeli oleh-oleh untuk
sanak keluarga, obat pribadi, peralatan mandi, alat tulis dan tak lupa membawa
kamera untuk memotret dan juga merekam kegiatan selama di Pulau Bali. Rasanya
sudah tidak sabar untuk segara mengunjungi berbagai destinasi wisata yang ada
di sana. Untuk itu saya sering searching di mbah gugle untuk menambah referensi
guna mengetahui semua yang ada disana, baik mengenai wisatanya maupun maupun
soal tata karma (kelakuan) karena di masing-masing daerah memiliki aturan yang
tidak sama dengan daerah lainnya.
Hari h
keberangkatan sudah tiba, sekitar pukul 20.00 WIB kami semua berkumpul di
masjid sekolah untuk melakukan doa bersama dan juga cek akhir sebelum
keberangkatan. Semua barang yang sudah saya packing dari siang semuanya saya
bawa, berat rasanya seperti mimikul beban hidup Dia hehe. Sebelum bus berangkat
saya sempatkan untuk menemui anggota keluarga yang mengantar dan berpamitan
meminta doa restu. Bus meluncur dari kedungwuni sekitar pukul 22.15 WIB,
perjalanan panjang bagaikan mencari kitab suci akan dimulai. Perjalanan kira
kira akan kami tempuh sekitar hampir 15 jam, atau sekitar 835 km. perjalanan
baru 10 km saya tertidur dengan pulasnya dikursi seat 15b dengan kepala
menyandar bahu teman sebelah, yang membuat Dia agak sedikit kurang nyaman. Saya
berkata dengan Bahasa jawa “ngapurone bos o, silah bahu mu diluk.” Silahkan
kalian cari artinya sendiri 5555. Karena tadi siang sebelum berangkat sibuk
packing, cari jajan, dan mempersiapkan kebutuhan untuk keperluan kelompok juga,
sehingga agak merasa capek dan pegal. Rasa capek dan pegal ini membuat mata
sudah tidak bisa dikondisikan lagi, akhirnya tanpa menunggu lama saya pun
tertidur dengan sendirinya.
Diperjalanan yang
panjang ini kami isi dengan kegiatan yang menyenangkan seperti saling bercanda,
karoke bersama di dalam bus, sampe dengan menonton film komedi. Saya ingat
waktu itu kami nonton bareng film Indonesia yang bergenre komedi dengan judul
“Punk in Love” film yang diperankan oleh Tora Sudiro ini cukup membuat seisi
bus tertawa terbahak-bahak. Tak terasa kami asik bercanda bersama kami sudah
sampai di Surabaya untuk kemudian menuju ke pelabuhan ketapang guna menyebrangi
laut untuk menuju Pulau Bali.
Akhirnya setelah
melewati perjalanan panjang dan melelahkan kami tiba di Pulau Bali pada pagi
hari sekitar pukul 5 setempat, kemudian kami sholat berjamaah di salah satu
masjid disana. Yang kebetulan dekat dengan salah satu objek wisata yang akan
kami tuju pertama yakni objek wisata Tanah Lot. Seketika setelah melihat
keindahan Tanah Lot, yang ngantuk, mual, capek, lesu dengan sekejap hilang.
Semua rasa lelah ini terbayar sudah dengan pemandangan yang sangat amat
mengagumkan. Tak menunggu lama semua terlihat mengeluarkan smartphone dan
kameranya untuk mengabadikan moment untuk berswafoto dan selfie, kebetulan kami
disana sampai pada pagi hari sehingga kami mendapat bonus untuk melihat
matahari terbit (sunrise) di Tanah Lot. Dalam hati berguman “Subhanallah,
betapa indah keagungan dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa ini.”
Sedikit bercerita
mengenai berbagai destinasi wisata yang saya kunjungi di bali, yang pertama
Tanah Lot. Tanah Lot ini merupakan tempat suci agama Hindu yang mempunyai
keindahan yang natural. Pura Tanah Lot Bali terletak di tepi pantai Tanah Lot
dan berdiri di atas sebuah batu karang laut yang kokoh dan kuat, disebelah
baratnya juga terdapat pura yang disebut Pura Batu Bolong yang juga memiliki
pemandangan yang tidak kalah indahnya. Sedikit info di tempat ini kalian tidak
bisa bermain pasir karena pantainya terbentuk dari batuan karang. Tiket masuk
ke tempat ini kalian diharuskan untuk membayar rp 20.000 rupiah bagi wisatawan
domestik dan membayar parkir rp 5000 rupiah.
Lanjut mengenai
destinasi wisata yang ke 2 kami tiba di Pantai Kuta. Tak lengkap rasanya jika
kalian ke Bali tidak mengunjungi Pantai Kuta. Salah satu destinasi wisata yang
menjadi daya Tarik wisatawaan local maupun mancanegara ini. Disini saya dengan
rombongan mengadakan challenge untuk berkomunikasi dengan bule dan memintanya
untuk berfoto bersama, yang tidak mendapatkan foto bersama akan dikenakan
hukuman nantinya. Karena dibatasi waktu, segera saya bergegas untuk mencari mangsa
hehe. Setelah beberapa kali ditolak, keberuntungan menyertai, saya
diperbolehkan untuk berswa selfie bersama dengan turis cewe cantik asal
Australia bernama Corine Leon.
Serangkaian
kegiatan hari pertama telah usia, kami menuju hotel untuk beristirahat. Rasanya
nyaman sekali bisa tidur di kasur setelah 2 malam kami tidur di bus. Sembari
rebahan saya manfaatkan untuk mengisi daya baterai handphone maupun kamera
untuk bisa digunakan dikegiatan keesokan harinya.
Pagi hari saya
bangun dengan kondisi tubuh yang bugar karena cukup tidur dan merasa nyaman
karena tidur dikasur tidak seperti 2 malam sebelumnya. Setelah itu kami makan
bersama diruang makan hotel sebelum melakukan trip pada hari ini. Semuanya
sudah siap, dan kami pun berangkat menuju ke Tanjung Benoa Beach. Selain
memiliki pantai pasir putih yang luas disini kalian juga bisa juga melakukan
wahan permainan air yang sangat keren. Diantaranya, banana boat, jet ski,
flying fish, single parasailing, snorkling dll. Karena mempertimbangkan budget
yang saya bawa saya memutuskan hanya menaiki banana boat dan juga mengunjungi
pulau penyu glass bottom boat. Untuk menaiki banana boat di bandrol seharga Rp
70.000/orang sedangkan untuk ke pulau penyu sekitar Rp 350.000/ boat.
Untuk trip hari ke
3 nanti akan saya ceritakan di lain kesempatan, inti dari perjalanan ini sangat
berkesan bagi saya, salah satu kenangan terindah di masa SMA. Benar emang kata
kebanyakan orang, masa SMA merupakan masa paling indah dengan segala suka dan
dukanya. Untuk teman-teman SMA ku, semoga kalian senantiasa diberikan
kesehatan, dan juga diberikan kemudahan menuju jalan suksesnya. Dan untuk Pulau
Dewata saya berharap bisa mengunjungi lagi dilain kesempatan tanpa diburu-buru
waktu, nantikan saya datang dengan orang tersayang.
See
you on the next trip Bali
(Feature
News)



0 komentar:
Posting Komentar