GICS 30, Tour de Bali



Pada tahun 2015, pada saat itu saya duduk di kelas 11 sekolah menengah atas. Kami satu angkatan berkesempatan untuk mengunjungi beberapa destinasi wisata yang ada di Pulau Bali. Pulau Bali atau yang akrab disebut juga Pulau Dewata merupakan pulau kecil yang terletak di timur Pulau Jawa dan di Barat dari Lombok. Pulau ini memiliki berbagai asset penting di dunia pariwisata, seperti objek yang indah dengan pantai, daratan, pegunungan, dan danaunya. Begitu juga dengan hasil kreasi seni, budaya, kehidupan tradisional menjadikan Bali lebih terkenal, bahkan dikalangan turis asing nama Bali lebih dikenal daripada negara Indonesia. Sehingga dipulau bali ini di gadang-gadang adalah salah satu surga dunia dengan keindahan dan juga keunikannya. Waoww sebagai warga negara Indonesia, sangat membanggakan bukan.
Saat sebelum hari keberangkatan, kami dikumpulkan terlebih dahulu untuk diberikan pembekalan dan pengarahan guna menghindari miskomunikasi antar semua murid maupun guru pendamping dalam acara study tour. Dalam kegiatan pembekalan ini kami per individu mendapatkan buku acara kegiatan (rundown), disini kami diharuskan untuk memahami dan mengetahui jadwal kegiatan. Selain itu, pada kegiatan ini ada pembagian kelompok bus yang akan ditumpangi beserta kamar penginapan. Total ada 4 bus besar dan 1 ukuran bus mengah. Didalam pembagian kamar, saya satu kelompok dengan 3 orang yakni Mafatikhul Ulum, Osa Mahendra, Mulya Falah, yang notabene 2 diantar mereka adalah teman kelas yang sudah saling mengenal satu sama lain, sehingga kami tidak kesulitan untuk saling komunikasi.
Berbagai persiapan sudah saya lakukan mulai dari uang untuk konsumsi, membeli oleh-oleh untuk sanak keluarga, obat pribadi, peralatan mandi, alat tulis dan tak lupa membawa kamera untuk memotret dan juga merekam kegiatan selama di Pulau Bali. Rasanya sudah tidak sabar untuk segara mengunjungi berbagai destinasi wisata yang ada di sana. Untuk itu saya sering searching di mbah gugle untuk menambah referensi guna mengetahui semua yang ada disana, baik mengenai wisatanya maupun maupun soal tata karma (kelakuan) karena di masing-masing daerah memiliki aturan yang tidak sama dengan daerah lainnya.
Hari h keberangkatan sudah tiba, sekitar pukul 20.00 WIB kami semua berkumpul di masjid sekolah untuk melakukan doa bersama dan juga cek akhir sebelum keberangkatan. Semua barang yang sudah saya packing dari siang semuanya saya bawa, berat rasanya seperti mimikul beban hidup Dia hehe. Sebelum bus berangkat saya sempatkan untuk menemui anggota keluarga yang mengantar dan berpamitan meminta doa restu. Bus meluncur dari kedungwuni sekitar pukul 22.15 WIB, perjalanan panjang bagaikan mencari kitab suci akan dimulai. Perjalanan kira kira akan kami tempuh sekitar hampir 15 jam, atau sekitar 835 km. perjalanan baru 10 km saya tertidur dengan pulasnya dikursi seat 15b dengan kepala menyandar bahu teman sebelah, yang membuat Dia agak sedikit kurang nyaman. Saya berkata dengan Bahasa jawa “ngapurone bos o, silah bahu mu diluk.” Silahkan kalian cari artinya sendiri 5555. Karena tadi siang sebelum berangkat sibuk packing, cari jajan, dan mempersiapkan kebutuhan untuk keperluan kelompok juga, sehingga agak merasa capek dan pegal. Rasa capek dan pegal ini membuat mata sudah tidak bisa dikondisikan lagi, akhirnya tanpa menunggu lama saya pun tertidur dengan sendirinya.
Diperjalanan yang panjang ini kami isi dengan kegiatan yang menyenangkan seperti saling bercanda, karoke bersama di dalam bus, sampe dengan menonton film komedi. Saya ingat waktu itu kami nonton bareng film Indonesia yang bergenre komedi dengan judul “Punk in Love” film yang diperankan oleh Tora Sudiro ini cukup membuat seisi bus tertawa terbahak-bahak. Tak terasa kami asik bercanda bersama kami sudah sampai di Surabaya untuk kemudian menuju ke pelabuhan ketapang guna menyebrangi laut untuk menuju Pulau Bali.
Akhirnya setelah melewati perjalanan panjang dan melelahkan kami tiba di Pulau Bali pada pagi hari sekitar pukul 5 setempat, kemudian kami sholat berjamaah di salah satu masjid disana. Yang kebetulan dekat dengan salah satu objek wisata yang akan kami tuju pertama yakni objek wisata Tanah Lot. Seketika setelah melihat keindahan Tanah Lot, yang ngantuk, mual, capek, lesu dengan sekejap hilang. Semua rasa lelah ini terbayar sudah dengan pemandangan yang sangat amat mengagumkan. Tak menunggu lama semua terlihat mengeluarkan smartphone dan kameranya untuk mengabadikan moment untuk berswafoto dan selfie, kebetulan kami disana sampai pada pagi hari sehingga kami mendapat bonus untuk melihat matahari terbit (sunrise) di Tanah Lot. Dalam hati berguman “Subhanallah, betapa indah keagungan dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa ini.”
Sedikit bercerita mengenai berbagai destinasi wisata yang saya kunjungi di bali, yang pertama Tanah Lot. Tanah Lot ini merupakan tempat suci agama Hindu yang mempunyai keindahan yang natural. Pura Tanah Lot Bali terletak di tepi pantai Tanah Lot dan berdiri di atas sebuah batu karang laut yang kokoh dan kuat, disebelah baratnya juga terdapat pura yang disebut Pura Batu Bolong yang juga memiliki pemandangan yang tidak kalah indahnya. Sedikit info di tempat ini kalian tidak bisa bermain pasir karena pantainya terbentuk dari batuan karang. Tiket masuk ke tempat ini kalian diharuskan untuk membayar rp 20.000 rupiah bagi wisatawan domestik dan membayar parkir rp 5000 rupiah.



Lanjut mengenai destinasi wisata yang ke 2 kami tiba di Pantai Kuta. Tak lengkap rasanya jika kalian ke Bali tidak mengunjungi Pantai Kuta. Salah satu destinasi wisata yang menjadi daya Tarik wisatawaan local maupun mancanegara ini. Disini saya dengan rombongan mengadakan challenge untuk berkomunikasi dengan bule dan memintanya untuk berfoto bersama, yang tidak mendapatkan foto bersama akan dikenakan hukuman nantinya. Karena dibatasi waktu, segera saya bergegas untuk mencari mangsa hehe. Setelah beberapa kali ditolak, keberuntungan menyertai, saya diperbolehkan untuk berswa selfie bersama dengan turis cewe cantik asal Australia bernama Corine Leon.


Serangkaian kegiatan hari pertama telah usia, kami menuju hotel untuk beristirahat. Rasanya nyaman sekali bisa tidur di kasur setelah 2 malam kami tidur di bus. Sembari rebahan saya manfaatkan untuk mengisi daya baterai handphone maupun kamera untuk bisa digunakan dikegiatan keesokan harinya.
Pagi hari saya bangun dengan kondisi tubuh yang bugar karena cukup tidur dan merasa nyaman karena tidur dikasur tidak seperti 2 malam sebelumnya. Setelah itu kami makan bersama diruang makan hotel sebelum melakukan trip pada hari ini. Semuanya sudah siap, dan kami pun berangkat menuju ke Tanjung Benoa Beach. Selain memiliki pantai pasir putih yang luas disini kalian juga bisa juga melakukan wahan permainan air yang sangat keren. Diantaranya, banana boat, jet ski, flying fish, single parasailing, snorkling dll. Karena mempertimbangkan budget yang saya bawa saya memutuskan hanya menaiki banana boat dan juga mengunjungi pulau penyu glass bottom boat. Untuk menaiki banana boat di bandrol seharga Rp 70.000/orang sedangkan untuk ke pulau penyu sekitar Rp 350.000/ boat.


Untuk trip hari ke 3 nanti akan saya ceritakan di lain kesempatan, inti dari perjalanan ini sangat berkesan bagi saya, salah satu kenangan terindah di masa SMA. Benar emang kata kebanyakan orang, masa SMA merupakan masa paling indah dengan segala suka dan dukanya. Untuk teman-teman SMA ku, semoga kalian senantiasa diberikan kesehatan, dan juga diberikan kemudahan menuju jalan suksesnya. Dan untuk Pulau Dewata saya berharap bisa mengunjungi lagi dilain kesempatan tanpa diburu-buru waktu, nantikan saya datang dengan orang tersayang.

See you on the next trip Bali
(Feature News)


0 komentar:

Posting Komentar