Pembekalan berlangsung hari Rabu tepatnya pukul 13.00,
ini dilaksanakan tepatnya di lapangan tennis indoor. Acara ini diwajibkan untuk
seluruh mahasiswa PJKR dan PGPJSD 2016
serta dihadiri juga sebagian mahasiswa PPG Unnes guna memberikan sedikit
gambaran mengenai program pengenalan
lapangan (PPL). Berhubung dengan adanya presensi kehadiran, maka sebagian dari
mahasiswa yang berkewajiban, hampir semuanya
menghadiri acara tersebut. Disamping lain, mahasiswa yang hadir
mendapatkan sedikit snack, sehingga sedikit menambah antusias dari kalangan
mahasiswa sendiri.
Mahasiswa dibariskan sesuai dengan rombel, kemudian
acara ini dibuka oleh ketua jurusan PJKR bapak Mugiyo Hartono, beliau
memberikan pidato singkat, agar mahasiswa lebih bersemangat dan sekaligus
mengingatkan bahwa semester 6 ini mahasiswa dihimbau agar mengumpulkan tema
penelitian. Kemudian acara dilanjutkan oleh pemaparan 4 guru yang sangat
spesial, karena pernah mewakili Indonesia pada study banding di Australia,
tepatnya di University Of Queensland. Disana ke 4 guru ini mengobservasi
tentang sistem pembeajaran dan hal-hal yang dapat memajukan pendidikan. Oleh
karena itu, ilmu yang beliau2 dapatkan akan dijabarkan kembali kepada mahasiswa,
dengan harapan dapat mengubah cara mengajar calon peserta PPL ini supaya lebih
inovatif dan kreatif.
Sesi presentasi di mulai, disampaikan oleh Pak Deny,
beliau menjelelaskan tentang pendekatan pembelajaran yang dinamakan TgfU
(Teaching Games for Understanding). Yaitu pendekatan pembelajaran pendidikan
jasmani untuk memperkenalkan bagaimana anak mengerti olahraga melalui bentuk
konsep dasar bermain. TGfU tidak memfokuskan pembelajaran pada teknik bermain
olahraga, sehingga pembelajaran akan berjalan lebih dinamis dan sesuai dengan
tahap perkembangan anak. Dengan pembelajaran yang berkonsep pada bermain,
diharapkan akan menciptakan pembelajaran yang membuat antusias bagi peserta didik.
Pada salah satu sesi, yaitu praktek nyata penerapan
pendekatan TGfU ini, mahasiswa dibagi menjadi 2 kelompok, dan masing-masing
kelompok berjumlah 15 orang, dan mahasiswa yang lain mengamati dipinggir
lapangan. Contoh dari Pendekatan TGfU ini adalah dalam pembelajaran bola
bakset, menggunakan sebuah permainan yang bernama bola batas. Cara memainkannya
adalah mengutamakan tekhnik passing dan pivot, serta mahasiswa tidak
diperbolehkan mendribel/membawa lari bola, hanya boleh di passing saja. Lalu
untuk mencetak poin hanya perlu menyentuhkan bola di garis batas awal lapangan
lawan.Permainan ini cukup efektif untuk membuat siswa bergerak dan sangat
menyenangkan. “Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran
dan juga berguna sebagai referensi bagi mahasiswa sebelum terjun untuk kegiatan
PPL”, tutur Pak Andry selaku sekertaris jurusan PJKR.
0 komentar:
Posting Komentar